Pengendalian hama merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan kerugian yang ditimbulkan oleh hama sangat besar. Hama rayap menimbulkan kerugian materi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kerugian akibat kebakaran. Hama tikus dapat menyebabkan gagal panen. Hama tikus di kawasan pemukiman (perumahan) selain berpotensi menimbulkan kerugian materi (mencemari bahan makanan, merusak perabotan rumah tangga, dll) juga berpotensi menimbulkan penyakit-penyakit (seperti: Sampar, Leptospirosis, dll) yang tidak jarang sampai berakibat kematian. Tidak terhitung banyaknya manusia yang meninggal sebagai akibat dari Hama nyamuk (Anopheles, Aedes aegypti, dll) melalui penyakit malaria, demam berdarah, dll. Hama lalat menimbulkan penyakit Disentri, Kolera, dll. Apalagi bila korban yang meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan oleh hama tersebut adalah seorang Kepala Keluarga yang bertugas memberi nafkah bagi keluarganya maka dampak kerugian akan lebih kompleks lagi.

Mengingat begitu pentingnya pengendalian hama, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami tentang biologi serta kebiasaan dari hama tersebut. Hal ini dikarenakan masing-masing hama memiliki cara dan kebiasaan hidup tersendiri. Dari mempelajari dan mengenal tentang biologi serta kebiasaan hidup dari masing-masing hama  dapat ditentukan bagaimana cara mengatasi atau mengendalikan hama tersebut. Seperti kata ahli perang (Sun Tzu) untuk memenangkan sebuah peperangan kita harus mengenal musuh yang kita hadapi "Know Your Enemy".

Pembahasan dalam website ini dibatasi hanya untuk hama-hama yang ada atau menyerang di pemukiman kita, seperti: rayap, lalat, nyamuk, kecoa, dan tikus. Semoga website ini dapat menambah wawasan anda tentang hama dan bagaimana cara pengendaliannya.